Analisis Unsur Sosial Budaya
Dalam Puisi
“Kenangan dan Kesepian”
Karya W.S. Rendra
Oleh :
·
Imam
Arba
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Puisi itu merupakan bentuk
karangan yang terlihat oleh rima, risma, ataupun jumlah baris serta ditandai
dengan bahasa yang padat. Untuk itu kami akan menganalisis suatu puisi, sebelum
menganalisis puisi kami harus mengetahui apa saja yang terkandung di dalam
puisi, seperti unsur intrinsik puisi dan lainnya.
Untuk menganalisis suatu puisi kamipun
mempunyai harapan agar kami tahu apa unsur sosial budaya dalam puisi, unsur intrinsik
puisi dan semua yang terkandung di dalam puisi.
1.2 Masalah
Untuk menganalisis sebuah puisi banyak
permasalahan yang muncul. Permasalahan itu ialah apa saja yang terkandung di
dalam puisi tersebut. Seperti apa itu puisi ? Unsur pembangun puisi ? Unsur
sosial budaya dalam puisi ? Biografi pengarang puisi tersebut ? Unsur intrinsik
puisi ?
2. Isi
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Puisi
Puisi merupakan bentuk karangan yang terlihat oleh rima,
risma, ataupun jumlah baris serta ditandai bahasa yang padat. Dengan puisi
seseorang pengarang dapat mengungkapkan perasaannya dalam bentuk tulisan, untuk
menyampaikan perasaan senang, sedih, kecewa, penyesalan dan lainnya.
2.1.2 Unsur Pembangun Puisi
Sebuah puisi tidak sempurna
apabila puisi tersebut tidak memiliki unsur pembangunnya. Unsur pembangun puisi
ini meliputi bunyi, kata, larik, bait, dan tipografi.
2.1.3 Biografi
Pengarang
Kami mengambil sebuah puisi
untuk dianalisis puisi itu berjudul “Kenangan
dan Kesepian”. Puisi ini karya W.S. Rendra.
Rendra lahir di Solo,
tangal 7 November 1935. Ia mulai menulis sajak pada awal tahun 50, disamping
giat dalam pertunjukan drama. Kumpulan sajaknya yang pertama berjudul Ballada
Orang-orang Tercinta (1957), kemudian Empat Kumpulan Sajak (1961), Blues Untuk
Bonnie (1971), Sajak-Sajak Sepatu Tua (1972), Potret Pembangun dalam puisi.
Orang-Orang dari Rangkasbitung, dan Disebabkan Oleh Angin (1993).
Cerita-cerita pendek di
kumpulkan dengan judul Ia Sudah Bertualang (1963). Uraiannya tentang bermain
drama diterbitkan dengan judul Tentang
Bermain Drama (1976) yang mendapat hadiah pertama dari Yayasan Buku Pertama
(1976). Untuk karya nonfiksi ia pun banyak menerjemahkan drama klasik dunia
diantaranya yang sudah terbit karya-karya Sophokles yaitu Oidipus Sang Raja,
Oidipus di Kolonus, dan Antigone. Telah terbit pula bukunya Seni Drama Untuk
Remaja (1993), buku panduan bermain drama yang lengkap dan mudah dipahami.
Ia
dikenal sebagai penyair Indonesia
yang terbaik pada tahun keenam puluhan kemudian lebih mencurahkan perhatiannya
kepada dunia teater. Ia telah banyak mementaskan drama klasik dunia, sebelum
berangkat ke Amerika Serikat untuk memperdalam pengetahuannya tentang teater
(1964-1967). Sesudah kembali dari Amerika ia membentuk “Bengkel Teater” di
Yogyakarta yang dianggap sebagai salah satu grup teater terbaik yang pernah ada
di Indonesia .
Sehubungan dengan kegiataannya dalam bidang
teater, ia mendapat hadiah seni dari Pemerintah
RI (1970) dan mendapat hadiah
Akademi Jakarta (1975).
2.1.4 Unsur Sosial dalam Puisi
Salah satu yang terkandung di
dalam puisi selain tema, amanat dan alur. Puisi juga memiliki unsur sosial.
Unsur sosial merupakan sebuah peristiwa atau kehidupan sosial di lingkungan
sekitar yang menjadi inspirasi dan latar belakang penyair dalam membuat puisi.
2.1.5 Unsur Budaya dalam Puisi
Unsur budaya adalah sesuatu yang berupa
peninggalan/bisa juga sebuah kebiasaan yang ada dalam masyarakat sehingga penyair
bergerak untuk membenarkan budaya itu dalam sebuah puisi.
2.2 Pemecahan Masalah
2.2.1
Puisi
Kami mengambil salah satu puisi dari W.S.
Rendra yang berjudul “Kenangan dan Kesepian”.
Kenangan dan Kesepian
Karya : W.S. Rendra
Rumah tua
dan Pagar batu
langit di desa
Sawah dan bambu
Berkenalan dengan sepi
pada kejemuan disandarkan
dirinya.
Jalanan berdebu tak berhati
lewat nasib menatapnya.
Cinta yang datang
Burung tak tergenggam
Batang baja waktu lenggang
Dari belakang menikam
Rumah tua
dan Pagar batu
kenangan lama
dan sepi yang syahdu.
2.2.2 Apresiasi puisi
Puisi ini menceritakan tentang
kesepian seseorang yang ditinggalkn oleh orang yang disayanginya. Hal itu
diungkapkan dengan kalimat “berkenalan dengan sepi”. Penyair mengungkapkan hal
itu dengan perasaan sedih. Puisi ini juga menceritakan tentang hati yang sepi.
Hal itu diungkapkan dengan “burung tak tergenggam”.
2.2.3 Analisis Unsur
Insterinsik Puisi
a. Puisi yang berjudul kenangan
dan kesepian karya W.S. Rendra mempunyai tema yaitu kesepian seseorang yang
telah ditinggal oleh orang yang disayanginya.
b. Alur yang terkandung didalam puisi karya
W.S. Rendra kenangan dan kesepian ialah alur mundur karena menceritakan masa
lau.
c. Perasaan yang digunakan Rendra dalam
puisi ini adalah perasaan sedih.
d. Serta puisi ini memiliki amanat untuk
seseorang yang membaca puisi ini yaitu jadikan masa lalu sebagai pelajaran
dimasa depan dan jangan terpuruk oleh masa lalu.
e. Serta W.S. Rendra juga menggunakan gaya bahasa dalam puisi
itu adalah
2.2.4 Unsur Sosial Budaya dalam
Puisi
Dalam puisi “Kenangan dan
Kesepian” karya W.S. Rendra memiliki unsure sosial dan buday yaitu tempat
kenangan ia, di rumah tua didesanya bersama dengan orang yang disayanginya.
3. Penutup
3.1 Kesimpulan
Kita
bisa dengan mudah untuk menganalisis puisi apabila kita telah mengetahui apa
yang terkandung di dalam puisi. Dan dengan kta belajar menganalisis puisi kita
telah mengerti dan memahami apa arti atau makna puisi yang kit abaca.
3.2 Saran
Jangan
mudah menyerah dalam belajar menganalisis puisi karena dengan kita menganalsis
puisi memudahkan kita menerjemahkan makna puisi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Irawan,
Yudi.dkk. 2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia ,
Jakarta :Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
No comments:
Post a Comment