Saturday, 13 September 2014

Analisis Unsur Sosial Budaya Dalam Puisi “Kenangan dan Kesepian” Karya W.S. Rendra


Analisis Unsur Sosial Budaya
Dalam Puisi “Kenangan dan Kesepian”
Karya W.S. Rendra

Oleh :
·       Imam Arba

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
      Puisi itu merupakan bentuk karangan yang terlihat oleh rima, risma, ataupun jumlah baris serta ditandai dengan bahasa yang padat. Untuk itu kami akan menganalisis suatu puisi, sebelum menganalisis puisi kami harus mengetahui apa saja yang terkandung di dalam puisi, seperti unsur intrinsik puisi dan lainnya.
     Untuk menganalisis suatu puisi kamipun mempunyai harapan agar kami tahu apa unsur sosial budaya dalam puisi, unsur intrinsik puisi dan semua yang terkandung di dalam puisi.

1.2 Masalah
     Untuk menganalisis sebuah puisi banyak permasalahan yang muncul. Permasalahan itu ialah apa saja yang terkandung di dalam puisi tersebut. Seperti apa itu puisi ? Unsur pembangun puisi ? Unsur sosial budaya dalam puisi ? Biografi pengarang puisi tersebut ? Unsur intrinsik puisi ?

2. Isi
2.1 Landasan Teori
     2.1.1 Pengertian Puisi
      Puisi merupakan bentuk karangan yang terlihat oleh rima, risma, ataupun jumlah baris serta ditandai bahasa yang padat. Dengan puisi seseorang pengarang dapat mengungkapkan perasaannya dalam bentuk tulisan, untuk menyampaikan perasaan senang, sedih, kecewa, penyesalan dan lainnya.

     2.1.2 Unsur Pembangun Puisi
      Sebuah puisi tidak sempurna apabila puisi tersebut tidak memiliki unsur pembangunnya. Unsur pembangun puisi ini meliputi bunyi, kata, larik, bait, dan tipografi.
     2.1.3 Biografi Pengarang
     Kami mengambil sebuah puisi untuk dianalisis puisi itu berjudul “Kenangan dan Kesepian”. Puisi ini karya W.S. Rendra.
     Rendra lahir di Solo, tangal 7 November 1935. Ia mulai menulis sajak pada awal tahun 50, disamping giat dalam pertunjukan drama. Kumpulan sajaknya yang pertama berjudul Ballada Orang-orang Tercinta (1957), kemudian Empat Kumpulan Sajak (1961), Blues Untuk Bonnie (1971), Sajak-Sajak Sepatu Tua (1972), Potret Pembangun dalam puisi. Orang-Orang dari Rangkasbitung, dan Disebabkan Oleh Angin (1993).
     Cerita-cerita pendek di kumpulkan dengan judul Ia Sudah Bertualang (1963). Uraiannya tentang bermain drama diterbitkan dengan judul  Tentang Bermain Drama (1976) yang mendapat hadiah pertama dari Yayasan Buku Pertama (1976). Untuk karya nonfiksi ia pun banyak menerjemahkan drama klasik dunia diantaranya yang sudah terbit karya-karya Sophokles yaitu Oidipus Sang Raja, Oidipus di Kolonus, dan Antigone. Telah terbit pula bukunya Seni Drama Untuk Remaja (1993), buku panduan bermain drama yang lengkap dan mudah dipahami.
     Ia dikenal sebagai penyair Indonesia yang terbaik pada tahun keenam puluhan kemudian lebih mencurahkan perhatiannya kepada dunia teater. Ia telah banyak mementaskan drama klasik dunia, sebelum berangkat ke Amerika Serikat untuk memperdalam pengetahuannya tentang teater (1964-1967). Sesudah kembali dari Amerika ia membentuk “Bengkel Teater” di Yogyakarta yang dianggap sebagai salah satu grup teater terbaik yang pernah ada di Indonesia.
     Sehubungan dengan kegiataannya dalam bidang teater, ia mendapat hadiah seni dari Pemerintah RI (1970) dan mendapat hadiah Akademi Jakarta (1975).

     2.1.4 Unsur Sosial dalam Puisi
     Salah satu yang terkandung di dalam puisi selain tema, amanat dan alur. Puisi juga memiliki unsur sosial. Unsur sosial merupakan sebuah peristiwa atau kehidupan sosial di lingkungan sekitar yang menjadi inspirasi dan latar belakang penyair dalam membuat puisi.
    
     2.1.5 Unsur Budaya dalam Puisi
     Unsur budaya adalah sesuatu yang berupa peninggalan/bisa juga sebuah kebiasaan yang ada dalam masyarakat sehingga penyair bergerak untuk membenarkan budaya itu dalam sebuah puisi.

2.2 Pemecahan Masalah

     2.2.1 Puisi
     Kami mengambil salah satu puisi dari W.S. Rendra yang berjudul “Kenangan dan Kesepian”.



Kenangan dan Kesepian
Karya : W.S. Rendra

Rumah tua
dan Pagar batu
langit di desa
Sawah dan bambu

Berkenalan dengan sepi
pada kejemuan disandarkan dirinya.
Jalanan berdebu tak berhati
lewat nasib menatapnya.

Cinta yang datang
Burung tak tergenggam
Batang baja waktu lenggang
Dari belakang menikam

Rumah tua
dan Pagar batu
kenangan lama
dan sepi yang syahdu.

     2.2.2 Apresiasi puisi
          Puisi ini menceritakan tentang kesepian seseorang yang ditinggalkn oleh orang yang disayanginya. Hal itu diungkapkan dengan kalimat “berkenalan dengan sepi”. Penyair mengungkapkan hal itu dengan perasaan sedih. Puisi ini juga menceritakan tentang hati yang sepi. Hal itu diungkapkan dengan “burung tak tergenggam”.
     2.2.3 Analisis Unsur Insterinsik Puisi
     a. Puisi yang berjudul kenangan dan kesepian karya W.S. Rendra mempunyai tema yaitu kesepian seseorang yang telah ditinggal oleh orang yang disayanginya.
     b. Alur yang terkandung didalam puisi karya W.S. Rendra kenangan dan kesepian ialah alur mundur karena menceritakan masa lau.
     c. Perasaan yang digunakan Rendra dalam puisi ini adalah perasaan sedih.
     d. Serta puisi ini memiliki amanat untuk seseorang yang membaca puisi ini yaitu jadikan masa lalu sebagai pelajaran dimasa depan dan jangan terpuruk oleh masa lalu.
     e. Serta W.S. Rendra juga menggunakan gaya bahasa dalam puisi itu adalah

     2.2.4 Unsur Sosial Budaya dalam Puisi
     Dalam puisi “Kenangan dan Kesepian” karya W.S. Rendra memiliki unsure sosial dan buday yaitu tempat kenangan ia, di rumah tua didesanya bersama dengan orang yang disayanginya.


3. Penutup
3.1 Kesimpulan
Kita bisa dengan mudah untuk menganalisis puisi apabila kita telah mengetahui apa yang terkandung di dalam puisi. Dan dengan kta belajar menganalisis puisi kita telah mengerti dan memahami apa arti atau makna puisi yang kit abaca.

3.2 Saran
Jangan mudah menyerah dalam belajar menganalisis puisi karena dengan kita menganalsis puisi memudahkan kita menerjemahkan makna puisi tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
Irawan, Yudi.dkk. 2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia, Jakarta :Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

No comments:

Post a Comment