MAKALAH SEJARAH
Kerajaan Hindu – Buddha
Nama : Imam Arba
Kelas : XII Ipa 2
Jalan Perintis, Sukamoro
Tahun Ajaran 2013/2014
Kata Pengantar
Puji syukur kami ucapkan ke Hadiran
Tuhan Yang Esa atas segala rahmat dan karunianya sehingga makalah kami ini
dapat diselesaikan.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua
kalangan yang telah terlibat dalam pembuatan dan yang menggunakan makalah kami
ini. Makalah ini merupakan hasil penyempurnaan kami dari berbagai narasumber
seperti buku, dan lain-lain. Namun demikian, dengan rendah hati kami senantiasa
mengharapkan masukkan, saran, maupun kritik yang konstuktif yang tentunya
sangat berharga bagi kami untuk lebih menyempurnakan lagi substansi makalah ini
dan atas semua itu kami dahulukan ucapan terima kasih.
Dalam makalah ini kami akan menyajikan
makalah yang menceritakan tentang Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha di
Indonesia. Masing-masing terdiri dari 3 poin yaitu Agama dan Kebudayaan
Hindu-Buddha, Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha, dan
Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi dunia pendidikan khususnya pengajaran sejarah.
Penulis
Bab 1 Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha
dan Islam Di Indonesia
A. Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
1. Agama dan Kebudayaan
Hindu-Buddha
Agama
Hindu masuk di Indonesia
diperkirakan pada awal tarikh Masehi dibawa oleh musafir dari India antara lain.
Maha Resi Agastya, yang dijawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau
Dwipayana. Sumber ajaran agama Hindu terdapat dalam kitab suci Weda. Dalam arti
sempit, kitab Weda terdiri dari empat samhita :
- Reg
Weda,
- Sama
Weda,
- Yajuar
Weda, dan
- Atharwa
Weda.
Agama
Hindu bersifat politerisme, artinya menyebah banyak dewa. Setiap dewa merupakan
lambing kekuatan alam. Beberapa dewa yang terkenal adalah Trimurti (Brahmana,
Dewa Pencipta), (Wisnu, Dewa Pemelihara), (Syiwa, Dewa Perusak), dam dewa lain.
Pertiwi(Dewi Bumi), Surya(Dewa Matahari), Bayu(Dewa Angin), Baruna (Dewa Laut),
Dan Agni (Dewa Api).
Tempat
suci umat Hindu antara lain Kota Benares yang dianggap sebagai tempat
bersemayamnya dewa syiwa. Sungai Gangga dianggap keramat dan suci karena air
sungai gangga dianggap dapat menyucikan abu jenazah. Hari Raya umat Hindu
adalah Galungan, Kuningan, Saraswati, Pager Wesi, Nyepi, dan Syiwaratri.
b.
Agama Buddha
Agama Buddha juga berasal dari India .
Agama ini diajarkan oleh Sidharta. Sidharta berarti orang mencapai tujuannya.
Kitab suci agama Buddha adalah Tripitaka, yang berarti tiga keranjang. Kitab
suci Tripitakka terdiri dari 3 Himpunan:
- Winayapittaka, berisi segala peraturan dan hukum cara hidup
- Winayapittaka, berisi segala peraturan dan hukum cara hidup
-
Sutrantapittaka, berisi wejangan-wejangan
-
Abdidramapittaka, berisi pejelasan soal keagamaan
Dalam agama Buddha ada
empat kebenaran utama yaitu :
-
Hidup adalah penderitaan atau sengsara.
-
Penderitaan disebabkan oleh hasrat untuk hidup.
-
Penderitaan dapat dihentikan dengan menindas
hasrat hidup.
-
Hasrat untuk hidup dapat ditindas dengan delapan
ajaran kebenaran (astavida). Delapan ajaran kebenaran tersebut yaitu pandangan
benar, sikap yang benar, perkataan yang benar, tingkah laku yang benar,
penghidupan atau mata pencahrian yang benar, usaha yang benar, perhatian yang
benar, dan semadi yang benar.
-
Taman Lumbini di Kapilawastu, tempat kelahiran
sang Buddha.
-
Bodh Gaya, tempat sang Buddha bersemadi
mendapatkan wahyu.
-
Samarta, tempat sang Buddha memberikan wejangan
pertama kali.
-
Kusinagara, tempat wafatnya sang Buddha.
2.
Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
Berkembangnya agama
Hindu-Buddha di Indonesia menimbulkan akulturasi antara budaya Indonesia
dengan budaya Hindu-Buddha. Budaya Hindu-Buddha yang masuk ke Indonesia tidak di terima begitu saja Karena
unsure-unsur kebudayaan asli di Indonesia
telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Munculnya pengaruh
Hindu-Buddha di Indonesia dapat terlihat dari beberapa hal sebagai berikut.
a.
Seni Bangunan
Salah satu tradsi
megalitikum adalah punden berudak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya
India
yang mengilhami perbuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan candi
borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya beberbentuk limas yang berundak-undak.
Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya india-Indonesia.
b.
Seni Rupa
Bidang seni sastra mengalami
perkembangan sangat pesat sejak masuknya hindu dan budha. Pembuatan candi dan
patung yang disertai relief merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan bidang
seni rupa. Pada candi Borobudur terdapat
relief sidharta Gautama dan di candi prambanan terdapat relief yang mengisahkan
Ramayana dan krenayana.
c. Seni Sastra
Berkembangnya
pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya
sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayan dan Mahabarata. Adnya
kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya
sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia Arjunawiwaha, karya Mpu
Kanwa, Sotasoma, karya Mpu Tantular, dan Negarakertagama, karya Mpu Prapanca
d. Kalender.
Diadopsinya sistem kalender atau penanggalan India di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun Saka di Indonesia. Di samping itu, juga ditemukan Candra Sangkala atau konogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Candra Sangkala adala angka huruf berupa susunan kalimat atau gambar kata.
Contoh tahun Candra Sangkala: “Sirna Ilang Kertaning Bumi” sama dengan1400 (tahun saka) dan sama dengan 1478 Masehi.
Diadopsinya sistem kalender atau penanggalan India di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun Saka di Indonesia. Di samping itu, juga ditemukan Candra Sangkala atau konogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Candra Sangkala adala angka huruf berupa susunan kalimat atau gambar kata.
Contoh tahun Candra Sangkala: “Sirna Ilang Kertaning Bumi” sama dengan1400 (tahun saka) dan sama dengan 1478 Masehi.
e. Pemerintahan
Sistem pemerintahan
kerajaan dikenalakan oleh orang-orang India . Dalam sistem ini
kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang
luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan
kerajaan. Oleh karena itu lahir kerajaan-kerajaan seperti kutai, tarumanegara
dan sriwijaya.
3.
Kerajaaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
a.
Kerajaan Kutai
1)
Letak Geografis
Kerajaan
Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia . Kerajaan Kutai terletak
di tepi sungai mahakam di Muarakaman, berdekatan dengan kota tenggarong. Kerajaan ini memiliki
wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu mencakup hampir seluruh wilayah
Kalimantan Timur bahkan hingga seluruh pulau Kalimantan .
2)
Sumber sejarah
Bukti
sejarah Kerajaan Kutai ini adalah ditemukannya tujuh buah prasasti yang
berbentuk Yupa (tiang batu).
3) Kehidupan
Politik
Raja-raja
yang pernah memerintah Kerajaan Kutai sebagai berikut.
a)
Raja Kudungga
b)
Raja Aswawaraman
c)
Raja Mulawarman
4)
Kehidupan Masyarakat
Kehidupan
sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang
ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib, dan
teratur.
2.
Masyarakat di Kerajaan Kutai memiliki kemampuan
beradaptasi dengan budaya luar (India ),
mengikuti pola perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan
budayanya sendiri.
b.
Kerajaan Tarumanegara
1)
Letak Geografis
Kerajaan
tarumanegara adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau
Jawa, tepatnya dengan pusat di daerah bogor .
Kerajaan Tarumanegara sendiri memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu
mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta sekarang.
2)
Sumber sejarah
Prasasti-prasasti
Kerajaan Tarumanegara
1.
Prasasti Ciaruten
2.
Prasasti Jambu
3.
Prasasti Kebonkopi
4.
Prasasti muara Cianten
5.
Prasasti Pasir Awi
6.
Prasasti
Gidanghiyang
7.
Prasasti Tugu
3)
Kehidupan Politik
Berdasarkan
tulisan-tulisan yang terdapat pada prasasti diketahui bahwa raja yang
memerintah di Tarumanegara hanyalah raja purnawarman. Raja Purnawarman adalah
yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya.
4)
Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial kerajaan Tarumanegara sudah teratur
rapi, hal ini terlihat dari upaya Purnawarman yang terus berusaha untuk
meningkatkan kesejahteraan kehidupan Purnawarman juga sangat memperhatikan
kedudukan kaum brahmana yang dianggap dalam melaksanakan setiap upacara korban
yang dilaksanakan di kerajaan sebagai penghormatan kepada para dewa.
c. Kerajaan Medang Kamulan
1)
Letak Geografis
Kerajaan
Medang Kamulan didirikan oleh Mpu Sindok setelah memindahkan pusat
pemerintahannya dari Jawa Tengah Ke Jawa Timur.
2)
Sumber Sejarah
a)
Prasasti
Prasasti yang menerangkan Kerajaan Medang
Kamulan sebagai berikut.
-
Prasasti Mpu Sindok dari desa Tangeran
-
Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil
-
Prasasti Mpu Sindok dari Lor (daerah Nganjuk)
-
Prasasti Calcuta
3)
Kehidupan Politik
Raja-Raja
yang pernah memerintah di Kerajaan Medang Kamulan adalah sebagai berikut :
-
Raja Mpu Sindok
-
Raja Dharmawangsa Teguh
-
Airlangga
4)
Kehidupan Budaya
Kebudayaan
di Kerajaan Medangkamulan sudah sangat maju, buktinya adalah ditemukannya
prasasti-prasasti. Seperti prasasti yang
ditemukan di daerah Bangil yang berisi bahwa raja Mpu Sindok memerintahkan
pembuatan sebuah candi sebagai tempat pemakaman ayah dari permaisurinya yang
bernama Rakryan Bawang.
d.
Kerajaan Kediri
1)
Sumber Sejarah
a) Prasasti
-
Prasasti sirah keting (1140 M).
-
Prasasti yang ditemukan di tulung Agung kertosono (117-1130 M).
-
Prasasti Ngantang (1135 M)
-
Prasasti Jaring ( 1181 M)
-
Prasasti Kamulan ( 1194 M)
b) Berita Asing
Berita
asing tentang Kerajaan Kediri Sebagian besar diperoleh dari berita cina. Berita
Cina ini merupakan kumpulan cerita dari para pedagang Cina yang melakukan
kegiatan perdagangan di Kerajaan Kediri .
Seperti Kronik Cina bernama Chu fan Chi karangan Chu
ju Kua (1220 M). Buku ini banyak mengambil cerita dari buku Ling Wai tai ta
(1778 M) karangan Chui ik fei. Kedua buku ini menerangkan keadaan Kerajaan Kediri pada abad ke-12 dan
ke-13M.
2)
Kehidupan Politik
Berikut
ini raja yang pernah memeritahkan Kerajaan Kediri.
-
Raja Jayawarsa
-
Raja Bameswara
-
Jayabaya
-
Raja Saweswara dan Raja Aryeswara
-
Raja Gandra
-
Raja Kameswara
-
Raja Kertajaya
3)
Kehidupan Budaya
Berikut
hasil-hasil sastra pada zaman kerajaan Kediri .
·
Kresnayana, karya Mpu Triguns
·
Baratayudha, karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
·
Hariwangsa, karya Mpu Panuluh.
·
Smaradhana, karya Mpu Dharmaja.
·
Wrttasancaya, karya Mpu Tanukung.
·
Kitab Lubdaka, karya Mpu Tanukung.
e.
Kerajaan Singasari
1) Letak Geografis
Sejarah
kerajaan singasari berasal dari kerajaan Tumapel. Letaknya di daerah pegunungan
yang subur di Malang ,
dengan Pelabuhan bernama Pasuruan.
2)
Sumber Sejarah
Sumber-sumber
sejarah kerajaan Singasari dapat terlihat dari, Kitab Pararaton., Kitab
Negarakertagama, Berita dari Cina, dan Peninggalan Purbakala berupa bangunan
candi.
3)
Kehidupan Politik
Raja-raja
yang pernah memerintah di Singasari adalah Raja Ken arok, Raja Anusapati, Raja
Tohjaya, Raja Wisnuwardhana, dan Raja Kertanegara.
4)
Kehidupan Budaya
Peninggalan
Kerajaan Singasari adalah seperti Candi Kidai, Candi Jago, Candi Singasari,
Arca Dewi Prajnaparamitha, Arca Joko Dolok dan Amoghapasa.
f.
Kerajaan Sriwijaya
1)
Letak Geografis
Kerajaan
Sriwijaya adalah salah satu kerajaan besar yang terletak di pulau Sumatra
tepatnya Sumatra Selatan dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah
kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya,
Sumatra, Jawa dan Pesisir Kalimantan.
2)
Sumber Sejarah
Prasasti
yang berasal dari dalam negeri antara lain, Prasasti Kedukan Bukit (683 M),
Talang Tuwo (684 M), Telaga Batu (683 M), Kota Kapur (686 M), Palas Pasemah dan
Amoghapasa (1286 M). Prasasti yang berasal dari luar negeri Ligor (775 M),
Nalandam Piagam Laiden, Tanjore (1030 M), Canton ( 1075 M), Grahi (1183 M), dan
Chaiya (1230 M).
3)
Kehidupan Politik
Raja-Raja
yang pernah berkuasa di Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyangm Balaputradewa,
dan Sanggrama Wijayatunggawarman.
4)
Keadaan Masyarakat
Kerajaan
Sriwijaya dapat berkembang menjadi kerajaan yang besar karena didukung oleh
beberapa factor yaitu sebagai berikut.
a)
Letak Sriwijaya sangat strategis, yaitu berada di
jalur lalu lintas perdaganga antara India dan Cina.
b)
Runtuhnya kerajaan Funan di IndoCina (Vietnam )
c)
Majunya aktivitas pelayaran dan perdagangan
antara India
dan Cina.
d)
Memiliki Armada Laut yang Kuat.
e)
Melayani distribusi ke berbagai wilayah di
Nusantara.
g.
Kerajaan Majapahit
1) Letak Geografis
Kerajaan
Majapahit bermula dari sebuah tanah tarik. Dari tanah tarik inilah Raden Wijaya
mempersiapkan berdirinya kerajaan Majapahit yang kemudian dalam waktu singkat
Majapahit berhasil menguasai Jawa Timur dan Majapahit berkembang menjadi
penguasa hampir di seluruh wilayah Indonesia .
2)
Sumber sejarah
Sumber
sejarah mengenai berdiri dan berkembangnya Kerajaan Majapahit dapat terlihat
dari hal-hal berikut.
a)
Prasasti Butak
b)
Prasasti Kudadu
c)
Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama
d)
Kitab Pararaton
e)
Kitab Negarakertagama
3)
Kehidupan Politik
Adapun
raja-raja yang pernah memerintahkan di Kerajaaan Majapahit antara lain sebagai
berikut.
a)
Raden Wijaya (Tahun 1293-1309)
b)
Sri Jayanegara (Tahun 1309-1328)
c)
Raja Tribhuwanatunggadewi (Tahun 1328-1350)
d)
Raja Hayam Wuruk ( Tahun 1350-1389)
e)
Raja Wikramawardhana (Tahun 1389-1429)
4)
Kehidupan Budaya
a)
Di Bidang Sastra
-Kitab Negarakertagama
karangan Mpu Prapanca
-Kitab Arjunawijaya karangan Mpu Tantular
-Kitab Sutasoma
karangan Mpu Tantular
-Kitab
Kunjarakarna dan Parthayajna
b) Di Bidang Bangunan
Di bidang
bangunan antara lain Candi Panataran, Sumberjati, Srenggapura, Jabung,
Surawana, Pari, Waringin.
Pertanyaan.
·
Mengapa agama dan kebudayaan hindu
masih masih berkembang dibali?
Agama dan kebudayaan hindu
masih berkembang dibali karna masyarakat bali
masih mempercayai agama hindu dari nenek moyang, dan peninggalan terbesar agama
hindu banyak terdapat di bali..
No comments:
Post a Comment